cd7e8-img_1903-copy

Impor Usir Petani Lokal

IMG_1903+-+Copy.JPG (300×400)

Masuknya kentang impor asal China dan Bangladesh dinilai menjadi pemicu merosotnya penjualan kentang lokal. Para petani pun mengeluh atas penjualan kentang lokal yang kian merosot.

Petani kentang di Desa Bumijawa, Kabupaten Tegal dan di Desa Sirampok, Kabupaten Brebes, adalah sebagian kecil korbannya. Mereka kini harus menjual kentang dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 3.000 per kilogramnya. Padahal sebelumnya, harga kentang lokal senilai Rp 8.000 per kilogramnya.

Sementara, harga penjualan kentaang impor hanya sebesar Rp 3.500-2.500 per kilogramnya. Perbedaan harga yang cukup jauh antara kentang impor dan lokal, membuat masyarakat lebih memilih membeli kentang impor.

Pemilik warung nasi, misalnya. Mereka lebih memilih membeli kentang impor karena harganya lebih murah. Meskipun begitu, kualitas kentang lokal lebih unggul dibanding kentang impor. Secara fisik, ada perbedaan. Kentang lokal lebih besar ukurannya daripada kentang impor.

Suko, petani kentang di Desa Bumijawa mengatakan, kondisi ini telah berlangsung selama dua minggu yang lalu. “Kalau pemerintah tetap membolehkan impor kentang, harga kentang lokal akan terus merosot dan petani akan mengalami kerugian yang amat besar,” ujarnya.

Tak hanya itu, banyak petani yang menunda panen lantaran menunggu pemerintah menghentikan impor kentang. Jika impor telah distop, harga pun mulai membaik. Namun, penundaan masa panen juga beresiko. Pasalnya, serangan hama siap menyerang dan menyebabkan kualitas kentang memburuk.

Banyak pula petani yang terpaksa tetap memanen kentangnya. Desakan kebutuhan ekonomi alasannya. “Kita harus membiayai hidup sehari-hari, belum lagi harus membayar hutang bibit dan obat-obatan,” tandasnya.

Menghadapi serangan kentang impor tersebut, mayoritas petani kentang dibuat tidak berdaya. Atas kondisi yang semakin menyulitkan itu, seluruh petani kentang akan menggelar aksi demonstrasi ke Istana Negara pekan ini.

Pemerintah SBY didesak agar menghentikan impor kentang dari berbagai negara, terlebih dari China dan India. Hal itu sebagai bentuk sikap keberpihakan pemerintah kepada petani, agar tidak mengalami kerugian yang amat besar lagi akibat dampak masuknya kentang impor.
@primagumilangsp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s